Bakar Layar
Pelaksanaan : 2025-12-13 s/d 2025-12-13
Dalam dunia perfilman, layar bioskop sering kali menjadi simbol utama dari “keberhasilan” sebuah karya. Namun, tidak semua film dibuat untuk tayang di bioskop — banyak karya sinematik yang lahir dari semangat komunitas, eksperimen kreatif, atau ekspresi lokal justru sengaja dibuat di luar industri komersial, dengan nilai seni, kejujuran naratif, dan kedekatan dengan realitas masyarakat yang mendalam. Berdasarkan realitas tersebut, UKM Raganyala menghadirkan Bakar Layar sebagai respons atas kebutuhan akan ruang apresiasi yang inklusif, alternatif, dan bermakna bagi film-film yang tidak tayang di bioskop. Acara pemutaran (screening) ini secara khusus menayangkan karya film independen — mulai dari film pendek hasil produksi anggota Raganyala hingga film kolaboratif dari komunitas dan sineas lokal. Bakar Layar bukan sekadar acara nonton bareng, yang dirancang untuk memicu diskusi, refleksi, dan pertukaran ide antara pembuat film dan audiens, menciptakan kedekatan yang jarang terjadi di bioskop komersial. Selain pemutaran film, Bakar Layar dimeriahkan dengan pertunjukan seni seperti Dinuskustik dan Beksa dengan target penonton sebanyak 75-100 penonton eksternal dan internal kampus. Sebagai bagian dari Program Kerja Tahunan dan Perencanaan Strategis UKM Raganyala periode 2025/2026, Bakar Layar hadir dengan visi menjadi ruang apresiasi film yang menghubungkan kreator dan membuka akses publik terhadap sinema independen. Melalui kegiatan ini juga, UKM Raganyala berharap dapat lebih mengenalkan Kampus Universitas Dian Nuswantoro Kediri kepada peserta didik SMA/SMK se-Kediri guna meningkatkan jumlah Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB).
Dalam dunia perfilman, layar bioskop sering kali menjadi simbol utama dari “keberhasilan” sebuah karya. Namun, tidak semua film dibuat untuk tayang di bioskop — banyak karya sinematik yang lahir dari semangat komunitas, eksperimen kreatif, atau ekspresi lokal justru sengaja dibuat di luar industri komersial, dengan nilai seni, kejujuran naratif, dan kedekatan dengan realitas masyarakat yang mendalam. Berdasarkan realitas tersebut, UKM Raganyala menghadirkan Bakar Layar sebagai respons atas kebutuhan akan ruang apresiasi yang inklusif, alternatif, dan bermakna bagi film-film yang tidak tayang di bioskop. Acara pemutaran (screening) ini secara khusus menayangkan karya film independen — mulai dari film pendek hasil produksi anggota Raganyala hingga film kolaboratif dari komunitas dan sineas lokal. Bakar Layar bukan sekadar acara nonton bareng, yang dirancang untuk memicu diskusi, refleksi, dan pertukaran ide antara pembuat film dan audiens, menciptakan kedekatan yang jarang terjadi di bioskop komersial. Selain pemutaran film, Bakar Layar dimeriahkan dengan pertunjukan seni seperti Dinuskustik dan Beksa dengan target penonton sebanyak 75-100 penonton eksternal dan internal kampus. Sebagai bagian dari Program Kerja Tahunan dan Perencanaan Strategis UKM Raganyala periode 2025/2026, Bakar Layar hadir dengan visi menjadi ruang apresiasi film yang menghubungkan kreator dan membuka akses publik terhadap sinema independen. Melalui kegiatan ini juga, UKM Raganyala berharap dapat lebih mengenalkan Kampus Universitas Dian Nuswantoro Kediri kepada peserta didik SMA/SMK se-Kediri guna meningkatkan jumlah Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB).











