GROW ENVIRONMENTAL HEALTH SOLIDARITY
Pelaksanaan : 2025-12-14 s/d 2025-12-15
Penanganan bahaya dan bencana merupakan isu krusial yang menuntut peran serta dan tanggung jawab dari semua pihak, dari anak-anak, remaja, hingga dewasa. Kesiapsiagaan didefinisikan sebagai serangkaian kegiatan antisipasi bahaya, di mana faktor utamanya adalah pengetahuan. Pengetahuan yang memadai akan membentuk sikap dan kepedulian yang siap siaga, menjadikan kesiapsiagaan sebagai elemen penting dalam kerangka manajemen bahaya dan upaya pencegahan pengurangan risiko bahaya. Sebagai calon tenaga kesehatan lingkungan, mahasiswa berada di garda terdepan untuk mengidentifikasi, mencegah, dan merespons risiko serta ancaman kesehatan lingkungan. Peran ini menuntut lebih dari sekadar kesiapsiagaan teknis; dibutuhkan pembentukan karakter sebagai Agen Perubahan yang memiliki kepekaan sosial, kemampuan analisis, dan keberanian bertindak. Oleh karena itu, dalam rangka menjawab tantangan tersebut, Himpunan Mahasiswa Kesehatan Lingkungan (HMKL) Universitas Dian Nuswantoro, Fakultas Kesehatan, berinisiatif menyelenggarakan acara Grow Environmental Health Solidarity melalui pelatihan kesiapsiagaan dan pencegahan bahaya. Dengan mengusung tema "Membentuk Agen Perubahan yang Tanggap, Peduli, dan Kritis", kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa agar menjadi pribadi yang Tanggap terhadap berbagai situasi bahaya, mendorong sikap Peduli terhadap sesama dan lingkungan melalui penguatan solidaritas dan kekeluargaan antar mahasiswa, serta mengembangkan pola pikir Kritis dalam menganalisis dan merumuskan solusi terhadap masalah kesehatan lingkungan dan ancaman bencana, sehingga pelatihan ini diharapkan dapat membentuk integritas dan kreativitas mereka sebagai kader Kesehatan Lingkungan yang siap berkontribusi nyata bagi masyarakat.
Penanganan bahaya dan bencana merupakan isu krusial yang menuntut peran serta dan tanggung jawab dari semua pihak, dari anak-anak, remaja, hingga dewasa. Kesiapsiagaan didefinisikan sebagai serangkaian kegiatan antisipasi bahaya, di mana faktor utamanya adalah pengetahuan. Pengetahuan yang memadai akan membentuk sikap dan kepedulian yang siap siaga, menjadikan kesiapsiagaan sebagai elemen penting dalam kerangka manajemen bahaya dan upaya pencegahan pengurangan risiko bahaya. Sebagai calon tenaga kesehatan lingkungan, mahasiswa berada di garda terdepan untuk mengidentifikasi, mencegah, dan merespons risiko serta ancaman kesehatan lingkungan. Peran ini menuntut lebih dari sekadar kesiapsiagaan teknis; dibutuhkan pembentukan karakter sebagai Agen Perubahan yang memiliki kepekaan sosial, kemampuan analisis, dan keberanian bertindak. Oleh karena itu, dalam rangka menjawab tantangan tersebut, Himpunan Mahasiswa Kesehatan Lingkungan (HMKL) Universitas Dian Nuswantoro, Fakultas Kesehatan, berinisiatif menyelenggarakan acara Grow Environmental Health Solidarity melalui pelatihan kesiapsiagaan dan pencegahan bahaya. Dengan mengusung tema "Membentuk Agen Perubahan yang Tanggap, Peduli, dan Kritis", kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa agar menjadi pribadi yang Tanggap terhadap berbagai situasi bahaya, mendorong sikap Peduli terhadap sesama dan lingkungan melalui penguatan solidaritas dan kekeluargaan antar mahasiswa, serta mengembangkan pola pikir Kritis dalam menganalisis dan merumuskan solusi terhadap masalah kesehatan lingkungan dan ancaman bencana, sehingga pelatihan ini diharapkan dapat membentuk integritas dan kreativitas mereka sebagai kader Kesehatan Lingkungan yang siap berkontribusi nyata bagi masyarakat.



.jpeg)




.jpeg)
