Goes To School TFC
Pelaksanaan : 2026-04-21 s/d 2026-04-21
Remaja tingkat SMA merupakan kelompok usia yang masih sangat mudah terpengaruh oleh lingkungan sosial serta tren gaya hidup yang sedang berkembang. Salah satu permasalahan yang sering muncul pada kelompok usia ini adalah penggunaan produk tembakau baik dalam bentuk rokok konvensional maupun rokok elektrik (vape). Walaupun informasi bahaya rokok telah diketahui oleh banyak masyarakat, peredaran penggunaan rokok di masyarakat masih cukup tinggi. Kebiasaan merokok menggunakan vape dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan, seperti gangguan sistem pernapasan, penyakit jantung, kanker, serta dapat memengaruhi konsentrasi belajar dan daya ingat remaja. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) jumlah perokok aktif di Indonesia mencapai sekitar 70 juta orang, di mana 7,14% di antaranya adalah kelompok usia 10-18 tahun. Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 mencatat presentase perokok remaja usia 15-18 tahun masih berada pada angka 3,6%. Di sisi lain tren penggunaan rokok elektrik (vape) melonjak tajam sehingga Indonesia menjadi salah satu negara pengguna vape terbanyak di dunia, dengan dominasi penggunaan mencapai 44% pada kelompok usia produktif termasuk pelajar. Oleh karena itu diperlukan upaya pencegahan melalui pemberian edukasi yang tepat mengenai bahaya merokok dan vape kepada para remaja. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan siswa SMA dapat lebih menyadari risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh kebiasaan tersebut. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan Goes To School menjadi salah satu sarana yang tepat untuk melakukan sosialisasi terkait bahaya merokok dan penggunaan vape kepada siswa SMA. Melalui kegiatan ini diharapkan para siswa dapat memperoleh edukasi dan informasi yang mudah dipahami serta sesuai dengan kehidupan sehari-hari mereka.
Remaja tingkat SMA merupakan kelompok usia yang masih sangat mudah terpengaruh oleh lingkungan sosial serta tren gaya hidup yang sedang berkembang. Salah satu permasalahan yang sering muncul pada kelompok usia ini adalah penggunaan produk tembakau baik dalam bentuk rokok konvensional maupun rokok elektrik (vape). Walaupun informasi bahaya rokok telah diketahui oleh banyak masyarakat, peredaran penggunaan rokok di masyarakat masih cukup tinggi. Kebiasaan merokok menggunakan vape dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi kesehatan, seperti gangguan sistem pernapasan, penyakit jantung, kanker, serta dapat memengaruhi konsentrasi belajar dan daya ingat remaja. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) jumlah perokok aktif di Indonesia mencapai sekitar 70 juta orang, di mana 7,14% di antaranya adalah kelompok usia 10-18 tahun. Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024 mencatat presentase perokok remaja usia 15-18 tahun masih berada pada angka 3,6%. Di sisi lain tren penggunaan rokok elektrik (vape) melonjak tajam sehingga Indonesia menjadi salah satu negara pengguna vape terbanyak di dunia, dengan dominasi penggunaan mencapai 44% pada kelompok usia produktif termasuk pelajar. Oleh karena itu diperlukan upaya pencegahan melalui pemberian edukasi yang tepat mengenai bahaya merokok dan vape kepada para remaja. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan siswa SMA dapat lebih menyadari risiko kesehatan yang ditimbulkan oleh kebiasaan tersebut. Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan Goes To School menjadi salah satu sarana yang tepat untuk melakukan sosialisasi terkait bahaya merokok dan penggunaan vape kepada siswa SMA. Melalui kegiatan ini diharapkan para siswa dapat memperoleh edukasi dan informasi yang mudah dipahami serta sesuai dengan kehidupan sehari-hari mereka.






.jpg)




.jpg)



