Gala Rekam Medis (SEMARMIK INTERNASIONAL)
Pelaksanaan : 2026-05-16 s/d 2026-05-16
Profesi rekam medis dan informasi kesehatan memiliki peran penting dalam sistem pelayanan kesehatan, khususnya dalam pengelolaan, penyimpanan, serta penyediaan informasi kesehatan pasien yang akurat dan berkesinambungan. Informasi rekam medis menjadi dasar dalam pengambilan keputusan pelayanan kesehatan, pengelolaan administrasi, hingga pengembangan kebijakan kesehatan. Oleh karena itu, pengelolaan rekam medis yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan mutu pelayanan di berbagai fasilitas kesehatan. Perkembangan teknologi informasi di bidang kesehatan mendorong transformasi pengelolaan data dari sistem konvensional menuju sistem digital. Berbagai inovasi seperti sistem informasi kesehatan terintegrasi, interoperabilitas data kesehatan, serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) mulai banyak diterapkan untuk mendukung efisiensi pengolahan dan analisis data kesehatan. Salah satu bentuk penerapan transformasi digital tersebut adalah Rekam Medis Elektronik (RME), yaitu sistem pencatatan data kesehatan pasien secara elektronik yang menggantikan atau melengkapi rekam medis berbasis kertas. Penerapan RME dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan data, mempermudah akses informasi kesehatan, serta mendukung integrasi data antar fasilitas pelayanan kesehatan. Pemerintah Indonesia juga telah mendorong implementasi Rekam Medis Elektronik di fasilitas pelayanan kesehatan sebagai bagian dari transformasi digital kesehatan nasional. Namun demikian, perkembangan teknologi digital juga menghadirkan berbagai tantangan, seperti keamanan data pasien, kesiapan sumber daya manusia, serta kebutuhan sistem informasi kesehatan yang saling terintegrasi. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan wawasan dan kolaborasi antara mahasiswa, tenaga profesional PMIK, akademisi, serta praktisi kesehatan. Berdasarkan hal tersebut, Himpunan Mahasiswa D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan menyelenggarakan Seminar Internasional dengan tema “RESILIENT-AIHS (Resilient Artificial Intelligence & Interoperable Health Systems)” sebagai wadah untuk meningkatkan pengetahuan serta memperkuat kolaborasi dalam mendukung transformasi digital sistem informasi kesehatan.
Profesi rekam medis dan informasi kesehatan memiliki peran penting dalam sistem pelayanan kesehatan, khususnya dalam pengelolaan, penyimpanan, serta penyediaan informasi kesehatan pasien yang akurat dan berkesinambungan. Informasi rekam medis menjadi dasar dalam pengambilan keputusan pelayanan kesehatan, pengelolaan administrasi, hingga pengembangan kebijakan kesehatan. Oleh karena itu, pengelolaan rekam medis yang baik menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan mutu pelayanan di berbagai fasilitas kesehatan. Perkembangan teknologi informasi di bidang kesehatan mendorong transformasi pengelolaan data dari sistem konvensional menuju sistem digital. Berbagai inovasi seperti sistem informasi kesehatan terintegrasi, interoperabilitas data kesehatan, serta pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) mulai banyak diterapkan untuk mendukung efisiensi pengolahan dan analisis data kesehatan. Salah satu bentuk penerapan transformasi digital tersebut adalah Rekam Medis Elektronik (RME), yaitu sistem pencatatan data kesehatan pasien secara elektronik yang menggantikan atau melengkapi rekam medis berbasis kertas. Penerapan RME dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan data, mempermudah akses informasi kesehatan, serta mendukung integrasi data antar fasilitas pelayanan kesehatan. Pemerintah Indonesia juga telah mendorong implementasi Rekam Medis Elektronik di fasilitas pelayanan kesehatan sebagai bagian dari transformasi digital kesehatan nasional. Namun demikian, perkembangan teknologi digital juga menghadirkan berbagai tantangan, seperti keamanan data pasien, kesiapan sumber daya manusia, serta kebutuhan sistem informasi kesehatan yang saling terintegrasi. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan wawasan dan kolaborasi antara mahasiswa, tenaga profesional PMIK, akademisi, serta praktisi kesehatan. Berdasarkan hal tersebut, Himpunan Mahasiswa D3 Rekam Medis dan Informasi Kesehatan menyelenggarakan Seminar Internasional dengan tema “RESILIENT-AIHS (Resilient Artificial Intelligence & Interoperable Health Systems)” sebagai wadah untuk meningkatkan pengetahuan serta memperkuat kolaborasi dalam mendukung transformasi digital sistem informasi kesehatan.








