Bina Desa
Pelaksanaan : 2026-02-04 s/d 2026-02-07
Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan utama di Indonesia, khususnya pada wilayah pedesaan. Stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berpengaruh terhadap perkembangan kognitif, produktivitas, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. Faktor penyebab stunting sangat beragam, mulai dari kurangnya asupan gizi, rendahnya kesadaran orang tua terhadap pola asuh dan kesehatan anak, hingga keterbatasan akses layanan kesehatan. Selain permasalahan stunting, kondisi kebersihan lingkungan juga turut memengaruhi kesehatan masyarakat, terutama pada bayi dan balita yang rentan terhadap penyakit. Lingkungan yang kurang bersih dapat menjadi sumber penyakit yang berkontribusi terhadap masalah gizi dan kesehatan anak. Melalui program Bina Desa yang diinisiasi oleh BEM, mahasiswa hadir sebagai agen perubahan untuk berkontribusi secara langsung dalam upaya peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat desa. Program ini dirancang dalam bentuk kegiatan singkat selama 4 hari yang berfokus pada sosialisasi pencegahan stunting, pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT), pemeriksaan kesehatan bayi dan balita, serta gerakan kebersihan lingkungan yang disertai dengan pemanfaatan sampah menjadi produk bernilai guna. Diharapkan melalui program ini, masyarakat desa dapat memperoleh pengetahuan, keterampilan, serta kesadaran yang berkelanjutan dalam menjaga kesehatan anak dan lingkungan sekitar.
Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan utama di Indonesia, khususnya pada wilayah pedesaan. Stunting tidak hanya berdampak pada pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berpengaruh terhadap perkembangan kognitif, produktivitas, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. Faktor penyebab stunting sangat beragam, mulai dari kurangnya asupan gizi, rendahnya kesadaran orang tua terhadap pola asuh dan kesehatan anak, hingga keterbatasan akses layanan kesehatan. Selain permasalahan stunting, kondisi kebersihan lingkungan juga turut memengaruhi kesehatan masyarakat, terutama pada bayi dan balita yang rentan terhadap penyakit. Lingkungan yang kurang bersih dapat menjadi sumber penyakit yang berkontribusi terhadap masalah gizi dan kesehatan anak. Melalui program Bina Desa yang diinisiasi oleh BEM, mahasiswa hadir sebagai agen perubahan untuk berkontribusi secara langsung dalam upaya peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat desa. Program ini dirancang dalam bentuk kegiatan singkat selama 4 hari yang berfokus pada sosialisasi pencegahan stunting, pemberian Pemberian Makanan Tambahan (PMT), pemeriksaan kesehatan bayi dan balita, serta gerakan kebersihan lingkungan yang disertai dengan pemanfaatan sampah menjadi produk bernilai guna. Diharapkan melalui program ini, masyarakat desa dapat memperoleh pengetahuan, keterampilan, serta kesadaran yang berkelanjutan dalam menjaga kesehatan anak dan lingkungan sekitar.






_11zon.jpg)

















