Goes To School
Pelaksanaan : 2026-02-09 s/d 2026-02-09
Penggunaan minyak goreng dalam konsumsi rumah tangga maupun industri kuliner di Indonesia terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan kebutuhan pangan. Namun, peningkatan konsumsi ini membawa dampak negatif berupa penumpukan limbah minyak goreng bekas atau minyak jelantah yang sering kali tidak dikelola dengan benar. Kebiasaan masyarakat yang membuang minyak jelantah langsung ke saluran drainase atau tanah dapat memicu kerusakan lingkungan yang serius, seperti penyumbatan pipa air, pencemaran sumber air bersih, hingga rusaknya ekosistem perairan akibat terhambatnya sirkulasi oksigen di dalam air. Melihat permasalahan lingkungan tersebut, diperlukan sebuah inovasi kreatif untuk mengubah limbah yang merugikan menjadi produk yang bernilai guna melalui konsep upcycling. Salah satu solusi yang potensial adalah mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Dengan proses pemurnian yang sederhana menggunakan bahan penyerap bau alami, minyak jelantah dapat dihilangkan aroma tengiknya dan diproses kembali menjadi lilin yang estetik. Produk ini tidak hanya berfungsi sebagai alat penerangan, tetapi juga sebagai sarana relaksasi yang mampu mengurangi stres dan meningkatkan kualitas kesehatan mental melalui aroma esensial yang terkandung di dalamnya. Kegiatan pembuatan lilin aroma dari bahan daur ulang minyak jelantah ini direncanakan untuk dilaksanakan di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya pembelajaran berbasis lingkungan. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman langsung dalam pengelolaan limbah, meningkatkan kesadaran terhadap isu pencemaran, serta membentuk sikap peduli lingkungan yang dapat diterapkan baik di sekolah maupun di lingkungan sekitar.
Penggunaan minyak goreng dalam konsumsi rumah tangga maupun industri kuliner di Indonesia terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan kebutuhan pangan. Namun, peningkatan konsumsi ini membawa dampak negatif berupa penumpukan limbah minyak goreng bekas atau minyak jelantah yang sering kali tidak dikelola dengan benar. Kebiasaan masyarakat yang membuang minyak jelantah langsung ke saluran drainase atau tanah dapat memicu kerusakan lingkungan yang serius, seperti penyumbatan pipa air, pencemaran sumber air bersih, hingga rusaknya ekosistem perairan akibat terhambatnya sirkulasi oksigen di dalam air. Melihat permasalahan lingkungan tersebut, diperlukan sebuah inovasi kreatif untuk mengubah limbah yang merugikan menjadi produk yang bernilai guna melalui konsep upcycling. Salah satu solusi yang potensial adalah mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Dengan proses pemurnian yang sederhana menggunakan bahan penyerap bau alami, minyak jelantah dapat dihilangkan aroma tengiknya dan diproses kembali menjadi lilin yang estetik. Produk ini tidak hanya berfungsi sebagai alat penerangan, tetapi juga sebagai sarana relaksasi yang mampu mengurangi stres dan meningkatkan kualitas kesehatan mental melalui aroma esensial yang terkandung di dalamnya. Kegiatan pembuatan lilin aroma dari bahan daur ulang minyak jelantah ini direncanakan untuk dilaksanakan di lingkungan sekolah sebagai bagian dari upaya pembelajaran berbasis lingkungan. Melalui kegiatan ini, siswa diharapkan dapat memperoleh pengalaman langsung dalam pengelolaan limbah, meningkatkan kesadaran terhadap isu pencemaran, serta membentuk sikap peduli lingkungan yang dapat diterapkan baik di sekolah maupun di lingkungan sekitar.









