Parade Film Udinus #3
Pelaksanaan : 2026-06-04 s/d 2026-06-06
Parade Film Udinus lahir sebagai sebuah festival pemutaran film yang berangkat dari kegelisahan atas minimnya literasi dalam budaya menonton film oleh pelajar dan mahasiswa Semarang. Film tidak hanya sebagai wahana hiburan, namun juga pembelajaran akan banyak aspek di kehidupan. Dalam konteks Parade Film Udinus, film yang dipertontonkan ditujukan untuk memantik ide kreatif dan keberanian bagi mahasiswa / pelajar untuk ikut berkarya. Dengan mengusung tema besar “Pecah Telur”, festival ini tidak hanya ingin menjadi ajang apresiasi karya sinema yang terpilih, tetapi juga sebagai pemecah keraguan akan ide ide yang tertahankan. Penonton diajak untuk berani membuat karya film dan memutarkannya ke publik, tanpa harus terikat akan genre dan standar sempurna teknis yang dibentuk oleh film film komersil di bioskop. Kami memilih “Nasi Telur” sebagai maskot representatif festival kami kali ini. Nasi Telur adalah sumber makanan terdekat dan terlengkap untuk kalangan mahasiswa dan pelajar. Makanan ini adalah bentuk paling sederhana dari sumber energi yang cukup untuk memulai kegiatan. Penggambaran ini mewakili misi kami untuk menjadi pemantik semangat Mahasiswa dan pelajar untuk berkarya kedepannya. Selain pemutaran film, rangkaian acara akan dilengkapi dengan diskusi panel, pemutaran film pendek, program interaktif bersama komunitas, ruang pengembangan ide oleh praktisi industri hingga penghargaan kepada film film yang terpilih tampil di segmen submission. Semua dirancang untuk menciptakan budaya menonton film sebagai bahan pembelajaran dan pengembangan wawasan seputar film untuk bekal berkarya yang dapat memajukan ekosistem sinema Semarang.
Parade Film Udinus lahir sebagai sebuah festival pemutaran film yang berangkat dari kegelisahan atas minimnya literasi dalam budaya menonton film oleh pelajar dan mahasiswa Semarang. Film tidak hanya sebagai wahana hiburan, namun juga pembelajaran akan banyak aspek di kehidupan. Dalam konteks Parade Film Udinus, film yang dipertontonkan ditujukan untuk memantik ide kreatif dan keberanian bagi mahasiswa / pelajar untuk ikut berkarya. Dengan mengusung tema besar “Pecah Telur”, festival ini tidak hanya ingin menjadi ajang apresiasi karya sinema yang terpilih, tetapi juga sebagai pemecah keraguan akan ide ide yang tertahankan. Penonton diajak untuk berani membuat karya film dan memutarkannya ke publik, tanpa harus terikat akan genre dan standar sempurna teknis yang dibentuk oleh film film komersil di bioskop. Kami memilih “Nasi Telur” sebagai maskot representatif festival kami kali ini. Nasi Telur adalah sumber makanan terdekat dan terlengkap untuk kalangan mahasiswa dan pelajar. Makanan ini adalah bentuk paling sederhana dari sumber energi yang cukup untuk memulai kegiatan. Penggambaran ini mewakili misi kami untuk menjadi pemantik semangat Mahasiswa dan pelajar untuk berkarya kedepannya. Selain pemutaran film, rangkaian acara akan dilengkapi dengan diskusi panel, pemutaran film pendek, program interaktif bersama komunitas, ruang pengembangan ide oleh praktisi industri hingga penghargaan kepada film film yang terpilih tampil di segmen submission. Semua dirancang untuk menciptakan budaya menonton film sebagai bahan pembelajaran dan pengembangan wawasan seputar film untuk bekal berkarya yang dapat memajukan ekosistem sinema Semarang.
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
 (2).jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
 (2).jpg)
.jpg)

.jpg)
.jpg)


.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
















